Business

Check-in Hotel Meledak Saat Libur Nataru, Tanda Bisnis Lancar?

12
×

Check-in Hotel Meledak Saat Libur Nataru, Tanda Bisnis Lancar?

Share this article

Tingkat Penghunian Hotel Naik Selama Libur Nataru, Tapi Masih Rendah Dibanding Tahun Lalu

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menjadi momentum penting bagi sektor perhotelan di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel klasifikasi bintang mengalami kenaikan secara bulanan pada Desember 2025. Namun, tren positif ini tidak mampu menutupi penurunan yang terjadi secara tahunan.

Okupansi Hotel Klasifikasi Bintang Meningkat 2,23% Bulanan

Wisatawan berlibur di Yogyakarta selama libur nataru 2025

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, TPK hotel bintang pada Desember 2025 mencapai 56,12%. Angka ini meningkat 2,23% dibandingkan November 2025. Meski demikian, secara tahunan, okupansi hotel mengalami penurunan sebesar 1,94 poin.

“Meskipun ada kenaikan bulanan, secara tahunan okupansi hotel justru turun,” ujar Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026). Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Nataru.

Yogyakarta Jadi Provinsi dengan Okupansi Hotel Terbaik

Hotel bintang di Yogyakarta selama libur nataru 2025

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi wilayah dengan okupansi hotel tertinggi secara nasional pada Desember 2025, yaitu sebesar 66,38%. Ateng menyebutkan bahwa peningkatan ini didorong oleh liburan anak sekolah, event budaya, dan konser yang digelar di daerah tersebut.

“Nah, tujuan wisatawan ternyata paling banyak ke Yogyakarta,” kata Ateng. Ia juga menyebutkan bahwa DIY bukan satu-satunya provinsi yang mengalami peningkatan okupansi. Beberapa wilayah lain juga mencatatkan tingkat hunian yang relatif tinggi.

Papua Tengah Catat Kenaikan TPK Terbesar

Hotel bintang di Jakarta selama libur nataru 2025

Di sisi lain, Provinsi Papua Tengah menjadi wilayah dengan kenaikan TPK hotel bintang terbesar secara bulanan, yaitu 8,02% poin. Penyebabnya adalah meningkatnya mobilitas penduduk selama libur Nataru.

“Ya salah satunya didukung oleh peningkatan mobilitas manusia selama libur Nataru,” ujar Ateng. Meski demikian, tidak semua wilayah mengalami tren positif. Ada 18 provinsi yang mengalami penurunan okupansi hotel.

Hotel Bintang Lebih Baik Dibanding Hotel Non-Bintang

Secara umum, okupansi hotel bintang lebih tinggi dibandingkan hotel non-bintang di seluruh provinsi. “Secara umum TPK hotel bintang lebih tinggi jika dibandingkan TPK non-bintangnya di seluruh Provinsi di Indonesia,” tambah Ateng.

Ia menegaskan bahwa data ini menunjukkan bahwa hotel bintang masih menjadi pilihan utama wisatawan, meskipun ada penurunan secara tahunan.

Apakah Bisnis Hotel Baik-Baik Saja?

Pengusaha hotel di Jakarta mengeluhkan rendahnya okupansi

Meski okupansi hotel meningkat selama libur Nataru, banyak pengusaha hotel mengeluhkan rendahnya jumlah tamu dan pendapatan. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa bisnis akomodasi menghadapi tantangan besar akibat persaingan dan perubahan perilaku wisatawan.

Pengusaha hotel di Jakarta, misalnya, melaporkan bahwa rata-rata okupansi hanya mencapai 50%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kenaikan bulanan, sektor perhotelan masih belum pulih sepenuhnya.

Pertanyaan Umum

Apa penyebab penurunan okupansi hotel secara tahunan?

Penurunan okupansi hotel secara tahunan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan jumlah wisatawan dan perubahan pola liburan masyarakat.

Mengapa Yogyakarta memiliki okupansi tertinggi?

Yogyakarta menjadi destinasi favorit karena adanya berbagai event budaya dan konser yang menarik wisatawan.

Apakah bisnis hotel sedang dalam kondisi baik?

Meski ada kenaikan bulanan, sebagian besar pengusaha hotel masih mengeluhkan rendahnya pendapatan dan jumlah tamu.

Apa bedanya hotel bintang dan non-bintang?

Hotel bintang biasanya menawarkan fasilitas dan layanan yang lebih lengkap dibandingkan hotel non-bintang.

Bagaimana prospek bisnis hotel di masa depan?

Prospek bisnis hotel akan bergantung pada pemulihan ekonomi dan meningkatnya aktivitas pariwisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *